06 September 2013

Sekilas tentang Kereta Api Argo Muria

Assalamualaikum... Kali ini saya mau share ke kalian tentang salah satu KA argo yang 'bekerja' di jalur pantura, yakni Kereta Api Argo Muria. Langsung ja check this out !

27 Agustus 2013

10 Terowongan Kereta Api Terpanjang di Dunia

Assalamualaikum... Kali ini saya mau share ke kalian tentang 10 terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Disini saya akan mengurutkannya dari nomor 10 lalu ke nomor 1 (kayak 'countdown' gitu ceritanya). Langsung aja check this out ! 10. Terowongan Gunung Gajah Termasuk dalam wilayah DIVRE III Sumsel dan terletak antara stasiun Lahat dan stasiun Bunga Mas, panjang terowongan ini sekitar 368 m. Terowongan ini masih digunakan sampai saat ini. 9. Terowongan Tebing Tinggi Terowongan ini juga terletak di wilayah DIVRE III Sumsel, tepatnya di Talang Banyu, Desa Tanjung Kupang, Kabupaten Tebing Tinggi, Sumatra Selatan. Terowongan yang masih aktif ini memiliki panjang sekitar 424 m. 8. Terowongan Ijo Berada di wilayah DAOP V Purwokerto, tepatnya di Rowokele, Kebumen. Terowongan ini dibangun di jaman Belanda pada tahun 1885-1886 dengan sistem kerja paksa, sebagai hasilnya terowongan ini sudah menelan banyak korban jiwa. Memiliki panjang sekitar 580 m dan terowongan ini masih digunakan sampai saat ini. 7. Terowongan Kupitan Berada di wilayah DIVRE II Sumbar antara Muarakalaban dan Padang Sibusuak, Terowongan ini memiliki panjang kurang lebih 600 m dan masih dilewati kereta api sampai hari ini. 6. Terowongan Lampegan Terowongan ini berada di wilayah DAOP II Bandung, tepatnya di Kec. Cibeber, perbatasan Kab. Cianjur dengan Kab. Sukabumi. Pada tanggal 8 Februari 2001, terowongan ini runtuh, namun saat ini terowongan yang memiliki panjang sekitar 687 m ini telah direnovasi. Walaupun begitu, terowongan ini belum dilewati oleh kereta api apapun 5. Terowongan Mrawan Berada di wilayah DAOP IX Jember, tepatnya di sebelah barat Stasiun Mrawan, Kalibaru, Banyuwangi. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 690 m dan dibangun pada tahun 1901. Terowongan ini dilewati oleh sekitar 10 kereta api setiap harinya. [alhamdulillah, DAOP IX Jember bisa masuk 'nominasi'... Maklum, saya adalah orang Jember, dan merasa bangga karena terowongan ini bisa masuk 'nominasi', seperti yang teman-teman tau, bahwa DAOP IX Jember merupakan DAOP (yang menurut saya) kurang mendapat perhatian dari PT. SEPUR, terbukti jika PT. SEPUR hanya memberi jatah 2 loko CC dan akhirnya loko BB pun harus dipaksa bekerja keras di masa tua.nya... hiks :'( ] 4. Terowongan Eka Bakti Karya Terowongan ini berada di wilayah DAOP VIII Surabaya, tepatnya di Sumberpucung, Malang. Lima kilometer setelah stasiun Sumberpucung. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 760 m dan juga terdapat kembaran dari terowongan ini, yakni Terowongan Dwi Bhakti Karya dengan panjang 400 m yang terletak tidak jauh dari terowongan Eka Bhakti Karya. Kedua terowongan ini merupakan dua-duanya (kan terowongan.nya ada dua, bukan cuma satu) terowongan di Indonesia yang dibangun setelah Indonesia merdeka (semoga di kemudian hari, akan ada terowongan-terowongan kereta api lain yang dibangun (dan dirancang) sendiri oleh putra-putri Indonesia, untuk mempermudah akses kereta api ke suatu daerah). Terowongan ini dibangun karena adanya rencana pembangunan Waduk Ir. Sutami. 3. Terowongan Sawahlunto Terowongan Sawahlunto terletak di antara stasiun Muara Kalaban dan Sawahlunto, Sumatera Barat. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 835 m dikenal juga dengan sebutan Lubang Kalam. 2. Terowongan Sasaksaat Terowongan ini merupakan terowongan terpanjang di Indonesia yang masih aktif, karena terowongan pada nomor 1 sudah tidak aktif lagi :'( . Terowongan ini merupakan terowongan jalur kereta api yang dibangun oleh Staatsspoorwagen antara tahun 1902-1903. Terowongan berkode BH503 ini berada di jalur antara Purwakarta dan Padalarang di Km 143 + 144 antara Stasiun Sasaksaat dan Stasiun Maswati, membelah perbukitan Cidepong di Kampung Sasaksaat, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Terowongan yang terletak di DAOP II Bandung ini merupakan terowongan kereta api yang padat lalu lintas, setiap harinya ada 44 Kereta api yang melintas secara reguler. Jalur lengkung ketika akan memasuki terowongan baik dari arah Stasiun Sasaksaat dan stasiun Maswati membuat rel.nya diberi rel paksa (agar kereta api tidak anjlok saat melewati lengkungan ini). Banyaknya kereta api yang melintas memerlukan penjagaan khusus di terowongan sehingga di kedua ujung terowongan terdapat gardu jaga untuk JPTw (Juru Periksa Terowongan). 1. Terowongan Wilhelmina Terowongan Wilhelmina dibangun pada zaman penjajahan Belanda dan diresmikan pada tanggal 1 Juni 1921. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 1,2 km. terowongan kereta api yang dulu menghubungkan Banjar-Cijulang, kini keberadaanya sungguh memprihatinkan, dengan rel yang hilang dan muka terowongan yang dirambati akar-akar tanaman semak belukar, semakin menghilangkan pamor dari sejarah maupun aset wisata dari terowongan terpanjang diIndonesia ini. Sekian post saya kali ini tentang 10 terowongan terpanjang di Indonesia yang saya dapat dari http://opinibureto.blogspot.com dengan sedikit perubahan dari saya. See you !

05 Agustus 2013

Sekilas tentang Stasiun Purwosari

Assalamualaikum... Kali ini saya mau share ke kalian sekilas tentang Stasiun Purwosari. Langsung aja check this out ! Stasiun Purwosari (PWS) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Jl. Slamet Riyadi No. 502, Purwosari, Lawiyan, Solo. Stasiun yang terletak pada ketinggian 98 mdpl ini berada di Daop VI Yogyakarta. Stasiun Purwosari dibangun pada tahun 1875, dan merupakan stasiun tertua di Solo. Pembangunannyaditangani oleh NISM. Stasiun Purwosari berada di wilayah Mangkunegaran. Stasiun Purwosari merupakan stasiun percabangan jalur kereta api, antara arah Surabaya dengan Wonogiri. Jalur yang menuju Surabaya dilewati oleh buuuanyak sekali KA, sedangkan jalur yang menuju Wonogiri tidak dilewati banyak kereta, jalur menuju Wonogiri ini termasuk unik, karena menjadi satu-satunya jalur kereta api di Indonesia yang relnya berdampingan dengan jalan raya sampai Stasiun Sangkrah. Dahulu sepanjang jalur Purwosari-Sangkrah, terdapat 8 buah halte, yakni Pesanggrahan, Ngadisuran, Bando, Ngapeman, Pasarpon, Cayudan, Kauman dan Lojiwetan, namun halte-halte tersebut sekarang sudah tidak bersisa lagi. Stasiun Purwosari memiliki 9 jalur kereta api, dimana 4 buah rel sebagai jalur utama, 3 buah rel untuk 'tempat parkir' gerbong barang, dan 2 jalur menuju ke dipo lokomotif dan gudang semen. Dari Stasiun Purwosari, dahulu juga terdapat jalur percabangan yang menuju Boyolali melalui Kartasura, yang kini sudah tidak aktif lagi. Jalur yang menuju Boyolali ini juga mempunyai cabang di Tegalsari yang menuju Colomadu. Sampai sekarang, beberapa bagian dari sisa-sisa jalur tersebut masih dapat disaksikan. Dahulu di Stasiun Purwosari terdapat dipo lokomotif, sisa-sisa dipo lokomotif masih dapat dilihat, dan terdapat juga menara air di sisi utara stasiun. Saat ini stasiun ini masih berfungsi sebagai dipo, namun bukan dipo lokomotif melainkan dipo alat mekanik. Bongkar muat semen juga dilakukan di Stasiun Purwosari. Sekian post saya kali ini tentang stasiun Purwosari yang saya dapat dari www.id.wikipedia.org dengan sedikit perubahan dari saya. See you on the next post,

31 Juli 2013

Sekilas tentang Stasiun Cirebon Prujakan

Assalamualaikum... Kali ini saya mau share ke kalian tentang salah satu stasiun besar yang ada di DAOP III Cirebon, yakni stasiun Cirebon Prujakan. Langsung aja check this out ! Stasiun Cirebon Prujakan (CNP) adalah salah satu stasiun kereta api yang ada di Kota Cirebon. Stasiun ini terletak pada ketinggian 4 meter di atas permukaan laut. Stasiun Cirebon Prujakan merupakan stasiun pemberhentian khusus bagi kereta api bisnis dan ekonomi dengan tujuan kota-kota di Jawa bagian timur. Sedangkan kereta api eksekutif tidak berhenti di stasiun ini melainkan berhenti di Stasiun Cirebon Kejaksan, meski kadang-kadang ada juga yang berhenti di Cirebon Prujakan untuk bersilang dengan KA lain, karena lintas ini masih menggunakan satu jalur untuk ke arah timur. Pada tahun 2011, stasiun Cirebon Prujakan direnovasi, ditinggikan peronnya, serta ditambah jalurnya, sehingga menjadi 9 jalur. Yakni 4 jalur menuju Tegal-Pekalongan, 4 jalur menuju Purwokerto-Kroya, dan 1 jalur khusus untuk kereta api barang. Sehingga kereta bisnis dan ekonomi jalur selatan tak perlu berhenti di Stasiun Cirebon namun harus berhenti di Stasiun Cirebon Prujakan. Stasiun ini juga satu-satunya stasiun KA di DAOP 3 Cirebon yang memiliki sistem ticketting drive thru. Stasiun ini dibangun hampir bersamaan dengan Stasiun Cirebon Kejaksan, yakni sekitar tahun 1911 atas prakarsa perusahaan kereta api swasta, Semarang-Cheribonsche Stoomtrammaatschappij (SCS). Awalnya stasiun ini dibangun sebagai stasiun peti kemas dan kereta api barang, yang dimaksudkan untuk memudahkan dan mempercepat mobilitas arus komoditas pertanian dan barang-barang impor. Arus barang dari stasiun ini selanjutnya bermuara di Pelabuhan Cirebon, karena stasiun ini dahulu memiliki jalur cabang ke arah pelabuhan. Namun sejak 1980-an, tak tampak lagi rel kereta ke arah pelabuhan Cirebon, bahkan sekarang jalur ke pelabuhan 'ditumbuhi' rumah-rumah penduduk sekitaq, tapi alhamdulillah yah.,. (syahrini mode : ON) sisa-sisa kejayaan jalur ini masih bisa ditemui. Sejak Juli 2011, stasiun Cirebon Prujakan 'disulap' menjadi stasiun besar yang diperuntukkan sebagai pemberhentian kereta api kelas bisnis dan ekonomi di Kota Cirebon. Stasiun ini juga menjadi stasiun percabangan untuk jalur utara dan jalur selatan yang sebelumnya berada di stasiun Cirebon Kejaksan. Sejak tahun 2011 juga, stasiun ini menjadi satu-satunya stasiun kereta api di DAOP 3 Cirebon yang memiliki sistem ticketting drive thru yakni pemesanan tiket kereta api yang dapat dilakukan langsung dari dalam kendaraan. Sekian post saya kali ini tentang stasiun Cirebon Prujakan yang saya dapat dari www.id.wikipedia.org See you on the next post,

21 Juli 2013

Sekilas tentang DAOP 3 Cirebon

Assalamualaikum... Kali ini saya mau share ke kalian tentang DAOP III Cirebon. Langsung aja check this out ! PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi III Cirebon adalah salah satu daerah operasi perkeretaapian Indonesia, yang dipimpin oleh seorang Kepala Daerah Operasi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direksi PT KAI (Persero). DAOP III Cirebon juga memiliki KA dengan okupansi tertinggi, yakni Cirebon Ekspress. Daop III Cirebon memiliki tiga stasiun besar, yakni stasiun Cirebon, stasiun Jatibarang dan stasiun Cirebon Prujakan, sedangkan stasiun kereta api kelas menengah diantaranya adalah stasiun Ciledug, stasiun Brebes, stasiun Haurgeulis, dan stasiun Pegadenbaru. Gudang kereta berada di stasiun Jatibarang, sedangkan dipo lokomotif berada tak jauh dari stasiun Cirebon. Dipo Lokomotif Cirebon terletak di Jalan Pancuran Gang Dipo Cirebon, tak jauh dari Stasiun Cirebon. Dipo lokomotif ini hanya memiliki sedikit lokomotif diesel elektrik dan beberapa lokomotif langsir. Walaupun ketersediaan lokomotif sedikit, dipo ini memiliki kereta derek (crane). Yang lebih istimewa lagi, dipo lokomotif ini memiliki satu-satunya lokomotif CC 200 yang masih beroprasi, yakni lokomotif CC200 15. Seluruh lokomotif di dipo ini memiliki livery terbaru milik PT. KAI, kecuali CC20015 yang menggunakan livery zaman Perumka. Sekiam post saya kali ini tentang DAOP III Cirebon yang saya dapat dari www.id.wikipedia.org tentu saja dengan sedikit perubahan dari saya. See you on the next post,

19 Juli 2013

Sekilas tentang Kereta Api Gumarang

Assalamualaikum... Kali ini saya mau share ke kalian tentang kereta api yang sering disebut oleh sebagian railfans sebagai KA 'Gummy' (Gumarang --> Gummy, mirip kan ?). Langsung aja check this out ! Kereta Api Gumarang adalah kereta api yang dioperasikan oleh PT. KAI di Pulau Jawa dengan jurusan Jakarta Kota-Surabaya PasarTuri dengan melewati jalur utara. Sebelumnya, kereta api ini bernama Jayabaya Utara dengan kelas bisnis dan mulai dioperasikan pada tanggal 20 Mei 2001. Jarak sejauh 725 km ditempuh dalam waktu sekitar 11 jam. Dalam perjalanannya, KA Gumarang menelusuri pantai Utara Jawa dan berhenti di Stasiun Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu, dan Bojonegoro. KA kelas bisnis ini bisa menjadi alternatif perjalanan Jakarta-Surabaya bagi temen-temen yang lagi nggak punya dompet 'tebal' untuk naik KA kelas Argo ataupun eksekutif, tapi juga nggak mau berdesak-desakan di KA kelas ekonomi. KA Gumarang dapat mengangkut 488 penumpang dengan rangkaian kereta terdiri dari 2 gerbong eksekutif, 1 eksekutif argo dan 4-6 gerbong bisnis. Gumarang berasal dari nama banteng (sapi hutan) yang digambarkan sebagai satwa yang gagah berani. Sekian post saya kali ini tentang KA Gumarang yang saya dapat dari www.id.wikipedia.org dengan sedikit perubahan dari saya. See you on the next post,

10 Juli 2013

Sekilas tentang Kereta Api 'Argo' Tawang Jaya

Assalamualaikum... Kali ini saya mau share ke kalian tentang kereta api Tawang Jaya yang sering disebut sebagian railfans sebagai "KA Argo Tawang Jaya". Kenapa bisa begitu ? Langsung aja check this out ! Tawang Jaya adalah nama kereta api kelas ekonomi yang di operasikan PT. KAI dengan relasi Semarang Poncol-Jakarta Pasarsenen dan sebaliknya. Sejak lebaran 2012, kereta ini diganti dari kelas ekonomi menjadi kereta ekonomi AC. Stasiun yang disinggahi KA ini adalah stasiun Weleri, Plabuan, Pekalongan, Pemalang, Surodadi, Tegal, Brebes, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Bekasi. KA ini melahap rute Jakarta PasarSenen-Semarang Poncol dan sebaliknya hanya dalam waktu kurang lebih 8 jam, jauh lebih cepat dari beberapa KA dengan jurusan yang sama. Karena itulah, KA ini oleh sebagian railfans disebut "KA Argo Tawang Jaya" Sekian post dari saya tentang KA Argo Tawang Jaya yang saya dapat dari www.wikipedia.org tentu dengan sedikit perubahan. See you on the next post,